Showing posts with label Puisi Hujan. Show all posts
Showing posts with label Puisi Hujan. Show all posts

Desember Lagi

masihkah membawa cerita lama?
kisah kita, kepedihan abadi itu
memutar ulang kenangan di dalam kepalaku

hujan yang selalu datang malam-malam
persimpangan jalan
yang menyimpan luka-luka

desember, membawakah kisah baru?
atau mengakhiri segala
yang lalu?


Jakarta, 1 desember 2010

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Ciuman Fana


Aku memejam mata dan kau padaku menjelma

Laksana kelopak mawar merekah

Wangi sampai ke embun embun pagi

Camar camar yang pergi ke laut senja

Airmataku sudah di dermaga

Carikan kapalku yang hendak berlayar

Pada laut sepi dan berkawan gelombang rindu

Kau kecup keningku

Fana…

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Perempuan Hujan


perempuan hujan sudah rindu bau tanah basah

rindu wangi rumput dan harum wangi angin pagi

kapan hujan datang lagi?

jangankan petir menari-nari

mendung saja ragu menghampiri

awan sedang bahagia kah?

sebab mentari terik berseri

perempuan hujan rindu pelangi

rindu suasana saat-saat mendung datang dan gerimis menyapa

perempuan hujan itu sudah mulai menangis lagi

ia rindu awan menemani

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Lelaki


ada apa dengan lelaki?

iblis kah mereka?

yang mampu menjebak hawa dalam dosa

lalu mereka tertawa bahagia



terkutuklah kalian para kaum adam

aku wanita menyumpahi

atas nama sakit hati dan rasa kecewa

serta berbagai ribu luka



ada apa dengan lelaki

yang hanya ingin bebas dan lepas

yang selalu senang lari dari masalah

kalian yang para pendosa



terkutuklah engkau

wahai para lelaki yang kucinta

biar derita menyelubungimu

tak terhapus dosa

hingga kau menuju neraka!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Suddenly Goodbye




Maaf jika rasa itu tak pernah terluahkan

Maaf jika sayang itu tak dapat terucapkan

Sampai akhirnya hanya selamat tinggal,

yang tiba-tiba datangnya, harus disampaikan

Aku akan merindukanmu

Sampai pandangan mata menghilang

Walau tanpa lambaian tangan, takkan ku melupakan

Seperti membiarkan rama-rama terbang mencari warnanya

Aku menangis karena melepas indahnya

Namun apa daya jika sayapnya sudah hendak mengebas

Pergilah, kawan …

Memang kita tak pernah bergandeng tangan

Tak pernah mata saling menatap

Tak ada pelukan dan belaian

Namun aku sekarang kehilangan

Lalu, nanti kepada siapa aku mengadu

Saat tak ada lagi telinga hendak mendengarkan

Mengapa harus tiba-tiba kau pergi

Sementara baru rasanya kemarin kita asik berbagi kisah

Masih terlalu banyak yang inginku ceritakan

Masih terlalu banyak cerita disimpan

Kepada siapa nantinya harus tersampaikan

Bukan perpisahan seperti ini yang kuharapkan

Selamat tinggal yang tiba-tiba terucapkan

Seandainya aku tahu ini akan jadi kenyataan

Akan lebih banyak waktu kuluangkan

Untuk mengerti, menyadari

Apa yang seharusnya terjadi

Dan seandainya aku boleh memohon

Untuk jangan pergi

Sebab aku masih ingin kau di sini

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Sia-sia



bahagia akan datangkah pada malaikat yang tak bersayap

pada setiap tarikan nafas

pada pengorbanan atas semua rasa

dan airmata

lelah pada rasa yang sama yang berulang atas nama cinta

menanti

berkorban

bersabar hati

pada hal yang belum tentu sejati

mengapa cinta tak pernah dipihaknya

yang selalu setia

berbagi rasa

bersabar sampai habis daya

airmata bahkan tak bisa mengalir

mata bahkan sudah bosan terpejam

sebab hadir bayangmu selalu

fikiran sudah jemu

dan kata-kata pun gagu

nyatakah hadirmu?

tuluskah rasamu?

jika aku saja selalu berkorban rasa

lalu dimana kau buktikan cinta

pada apa?

bagaimana?

cinta pada rasa memiliki semata

ku duga

akhirnya, kita hanya sia-sia

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Sun & Rain fallin' in Love


Dan, ia selalu bilang…

Pelangi, yang muncul setelah Hujan reda, tak kan ada jika Mentari tak berperan serta membantu Hujan membuatnya.

Maka wajarlah jika Mentari begitu mencintai Hujan.

Yang setiap rintik gerimisnya buatkan sinarnya teduh.

Lalu, bukankah juga sebaliknya.

Ketika Hujan mencintai mentari.

Ketika ia duka dalam mendung.

Lalu menangis pada gerimis.

Maka, Mentari bantu ciptakan Pelangi.

Mentari cintai hujan.

Karena ia yang paling mengerti dukanya.

Sedihnya ditemani mendung dan tangisnya disamarkan gerimis.

Di luar ia memang bersinar.

Tapi, siapa yang tahu lukanya.

Hanya Hujan yang paling setia.

Maka, saat Mentari dan Hujan jatuh cinta

Lihatlah…

Ada Pelangi di langit sana

te>

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Padamu, Hujan!



kukira itu bisu awalnya

namun aku tahu itu nyanyian rindu

pada teduh rintik-rintik gerimis

basah daun dan harum tanah

yang membuatku tenang dalam mimpi

saat itu aku tahu awan bernyanyi

yang aku benci karena petir menyambar

lalu geram raungan guntur

saat kulihat kilat, kau tahu

mereka hanya ingin tunjukan pesona

lalu…

pada sendumu aku rindu

pada basahmu aku ingin terbaring

pada lagumu aku ingin terlelap

pada sepimu aku tenang

padamu Hujan, aku cinta!

ite>

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Mengapa Aku


Mengapa rumput ingin tetap hijau,
meski terik mentari panas membakar.

Mengapa bunga ingin tetap mekar,
meski udara membuatnya layu.

Mengapa bulan ingin tetap bersinar,
meski bintang tak menemani.

Mengapa pohon ingin tetap berkembang,
meski angin gugurkan daunnya.

Mengapa aku ingin tetap di sini, meski ia perlahan pergi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Kenapa aku ingin menangis saat ia "sudah bebas"


sedari dulu yang aku tunggu adalah “kebebasannya.” sampai aku ingin ia sendiri. lalu, biar nanti aku saja yang menemaninya. biar aku dan dia saja di dunia ini. aku tahu ia tak ingin “bebas” dari jeratnya. aku tahu ia setia, meski terkadang tetap menggoda.

awalnya, aku begitu sakit hati. tak rela ia pergi. namun perlahan-lahan aku mencoba untuk mengerti, kenapa jika memang cinta tak cobe mengikhlaskan ia. biar saja ia mencari jalannya sendiri, bahagianya sendiri. sakit itu tetap ada di sini, namun perlahan-lahan aku mencoba belajar menerima kenyataan ia tak mungkin termiliki.

dua tahun belajar mencintainya sekaligus mengikhlaskannya. yang tak bisa dijauhi bahwa rindu pasti akan lahir dan air mata setia mengalir. lalu, sampai hari itu tiba…

ia katakan bahwa ia “bebas” tapi sesungguhnya ia tak ingin lepas. lalu, bukankah seharusnya aku bahagia. tapi mengapa lalu aku ingin menangis saat ia sudah “bebas”? karena jawabnya ia tak rela “terlepas”

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Kidung Pencari Tuhan


Hidupku ialah lilin kecil
Yang menunggu api padam sampai sumbu menghitam
Jiwa ini kosong
Mengambang mencari keyakinan
Rindu memanggil nama Tuhan
Hatiku gubuk hampa
Lembab berjamur menunggu robohnya saja
Sepi dalam sendiri
Sendiri yang menyiksamu
Kegelapan dalam keramaian
Aku sampan menuju hilir kematian
Sepi tak berteman gelombang

KepadaMu menuju aku: penguasa bumi, surga dan kubur.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments